Daftar Nama Depati / Pesirah yang pernah menjabat di
Marga Proatin IV Suku I Lubuk Rukam :
1. Depati Dinde Raje (Lubuk Rukam)
2. Depati Mas Kunci (Lubuk Rukam)
3. Depati Sabtu (Lubuk Rukam)
4. Depati Ringkeh (Bindu)
5. Depati Mantab (Durian)
6. Depati Rembang (Lubuk Rukam)
7. Depati Mardjan / Pangeran Wira Yudha (Lubuk Rukam)
8. Depati Keling / Pangeran Kemala Ratu / Pangeran Jaya
Sempurna (Lubuk Rukam)
9. Depati Ali Usman (Lubuk Rukam)
10. Depati Muhammad Oerip / Pangeran Wijaya Kusuma
(Lubuk Rukam)
11. Depati Bustan (Lubuk Rukam)
12. Depati Musthafa Ganie / Depati Soeria Adiwinata (Lubuk
Rukam)
13. Depati Ahmad (Durian)
14. Depati Nang Agus (Bindu)
Sumber :
•Buku Sejarah Marga Proatin IV Suku I di tulis oleh
Muhammad Rasyad Bin Abdul Roni Bin H.Abdurrahman.
(1946)
•Buku Sejarah Marga Proatin IV Suku I di tulis oleh Abdul
Hasyim Bin Muzakir Bin Abdul Murrod Bin Muhammad Zen
Bin Mardjan. 1980
•Buku Sejarah Kesultanan Palembang Darussalam di tulis
oleh H.M.Akip
•Buku Sejarah Asal Usul Desa Lubuk Rukam dan Sejarah
Marga Proatin IV Suku I di tulis oleh Romdhon An-Nizar
Hasyim. 2013
Kamis, 19 Maret 2015
Marga proatin IV suku I Lubuk rukam,
Kamis, 29 Mei 2014
HIKAYAT
Desa Lubuk Rukam merupakan Desa Tertua di
Kecamatan Peninjauan. Desa Lubuk Rukam berdiri
pada tanggal 07 November 1556 M - 17 Ramadhan
964 H.
Pemerintah Desa Lubuk Rukam telah Mendeklarasikan
setiap tanggal 07 November adalah HUT Desa Lubuk
Rukam. Deklarasi ini di sampaikan pada acara Lomba
Desa Tingkat Provinsi pada 20 Mei 2014 beberapa hari
yang lalu, Acara tersebut di hadiri oleh seluruh unsur
Muspika Peninjauan,Muspida OKU, Asst.Gubernur Sum
Sel, Camat Se-Kabupaten OKU,Kades Se-Kabupaten
OKU, dan seluruh Masyarakat Desa Lubuk Rukam.
Tanggal 07 November 2014 nanti HUT Desa Lubuk
Rukam Ke-458, Pada hari itu nanti akan diadakan
Syukuran dan Pagelaran Budaya, Adat Istiadat, MTQ
tingakat Kecamatan, dan juga akan diadakan Lomba -
Lomba di bidang Pendidikan,Olahraga,dan Kreativitas
Pemuda.
Mari kita dukung dan kita sukseskan smua Program-
Program Pemerintah Desa Lubuk Rukam yang sudah di
canangkan.
Selasa, 29 April 2014
HJ MUHAMMAD BARLIAN (Kiaji berlian)
Selain itu beliau juga seorang yang ahli dalam arsitektur dan dunia pertukangan dan usaha pembuatan perahu dan kapal dagang, banyak pada masa itu pedagang - pedagang dari Muara Kuang dan Kayu Agung membeli kapal untuk berdagang dengan beliau, pada masa itu kapal merupakan sarana transportasi yang ideal.
Sampai saat ini kharoma Talang Haji Barlian masih sering menampakkan eksistensinya, ada beberapa penomena ghaib sering menampakkan keberadaan Talang ini dimasa lalu. Dimasa itu Haji Muhammad Barlian mendirikan sebuah Surau dan sebuah sumur, posisi Surau tersebut sekarang oleh masyrakat desa Espetiga dibangun sebuah Masjid yang Megah. Pada malam - malam tertentu masyarakat desa Espetiga sering mendengar suara - suara orang sedang belajar ngaji secara berjamaah, ada pula sebagian melihat bangunan Surau, dan juga Sumur yang posisinya terkadang berpindah - pindah. Itu semua adalah Kuasa Allah SWT untuk menunjukkan sebuah kebenaran dan merupakan ujian bagi mereka yang berpikir dan beriman.
Sampai saat ini nama besar Haji Muhammad Barlian masih sangat tersohor dan mashur, Makam beliau terletak di TPU desa Lubuk Rukam Kecamatan Peninjauan Kabupaten OKU - Sumatera Selatan.
Haji Muhammad Barlian bin Muhammad Bachrin/Mas Agus Baharuddin bin Mauhammad Ali Zainal Abiddin/Departi Mardjan bin Maulana Muhammad/Depati Rembang bin Maulana Ahmad/Depati Mantab bin Maulana Muhammad/Depati Ringkeh bin Maulana Muhammad/Depati Sabtu bin Maulana Alwi/Depati Dinde Raje bin Maulan Hamid bin Maulana Syafi' bin Maulan Mahmud Jumadil Kubro/Ki Ageng Mataram 5/Puyang Raden Mas Mataram Lubuk Rukam bin Maulana Abdurrahman bin Maulana Abdullah bin Maulana Ahmad bin Maulana Muhammad bin Maulana Muhammad Jumadil Kubro bin As-Sayyid Husein Jamaluddin Akbar Jumadil Kubro Azmatkhan bin As-Sayyid Ahmad Jalaluddin Syah Azmatkhan bin Al-Amir Abdullah bin Abdul Malik bin Alwi Ammil Faqih bin Muhammad Shohib Marbath bin. Ali Kholi Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa Ar-Rummi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-Uraidhi bin Ja' Far Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abiddin bin As-Sayyid Husein bin Ali bin Abi Thalib Wa Fatima Az-Zahra binti Muhammad SAW.
1.Kitab Nasab Ahmad Jumadil Kubro oleh As-Sayyid DR.Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Husaini.
2.Kitab Penelitian dan Pendataan Nasab Al-Husaini tahun 1919 s/d sekarang.
3.Ensiklopedia Nasab Al-Husaini oleh As-Sayyid DR.Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Husaini
4.Kitab Nasab Al Mausuu'ah Li Ansaabi Al Imam Al Husaini oleh As-Sayyid Bahruddin bin As-Sayyid Abdurrazaq bin As-Sayyid Mustofa. Dan oleh As-Sayyid Mujtaba Azmatkhan Al Hafidz.
5.Sejarah Asal Usul Dan Pemimpin Desa Lubuk Rukam (1946) oleh Muhammad Rasyad bin Abdul Roni bin H.Abdurrahman.
Jumat, 28 Maret 2014
BENANG MERAH DESA LUBUK RUKAM DAN DESA GUNUNG BATU
2. Ki Ageng Mataram V/Sayyid Mahmud Jumadhil Kubro Azmatkhan dari Desa Lubuk Rukam
3. Tuan Umar Baginda Saleh Azmatkhan (Waliyullah Tanah Komering)
4. Tuan Di Pulau/Sayyid Hamimul Hamim (Waliyullah tanah Komering)
5. Tuan Idrus AL Idrus Tanjung Salam dari Adumanis (Waliyullah Tanah Komering)
6. Bangsawan Abung dari Lampung
7. Bangsawan dari Skala Brak
8. Bangsawan dari Malaka
9. Bangsawan bangsawan dari Jawa Barat
10.Bangsawan - bangsawan Komering
11.Beberapa bangsawan pendiri kesultanan Palembang
12.leluhur Masyarakat Indralaya Ogan Ilir Sumatra Selatan
13.leluhur desa Gunung Ibul Prabumulih Sumatra Selatan
Minggu, 01 Desember 2013
Benang Merah Desa Lubuk Rukam Kec.Peninjauan OKU Dan Desa Surabaya Kec.Nikan OKU Timur
Desa
Surabaya terletak di Timur desa Lubuk Rukam, menyeberangi sungai Ogan
dan berbatasan langsung dengan sungai Komering. Dari awal berdirinya
desa Lubuk Rukam dan desa Surabaya mempunyai kaitan sejarah.
Desa Lubuk Rukam dan Desa Surabaya dari zaman dahulu kala sudah saling
mengenal dan menjalin kekeluargaan yang erat. Kedua desa ini sudah
saling mengenal dan tahu satu sama lain dan saling melindungi. Dari
generasi ke generasi hubungan baik itu tetap dijaga dan diikat erat.
Dizaman Marga Proatin IV Suku I,Para Depati Marga ini sering berkunjung
ke Desa Surabaya,demikian pula dengan Pemimpin2 desa Surabaya. Kedua
desa ini sudah tidak asing lagi baik dari segi Pemerintahan,Sosial,dan
Budaya. Keduanya sudah saling mengenal dan saling menjaga hubungan baik
itu.
Pada masa2 akhir Marga Proatin,masyarakat desa Surabaya
sangat dekat dan mengenal sosok Depati Pangeran Muhammad Oerip. Depati
yang satu ini sangat terkenal di desa Surabaya. Pada masa itu masyarakat
desa Surabaya sering bepergian ke Palembang dan Bandar Lampung melalui
Stasiun Kereta Api desa Lubuk Rukam. Masyarakat desa Surabaya pada masa
itu sangat mengagumi sosok Pangeran Orip yang sangat baik menjaga
hubungan baik dan menjaga setiap masyarakat desa Surabaya yang datang ke
Lubuk Rukam.
Hubungan baik dan hubungan kekeluargaan ini sudah
dirintis oleh para leluhur2 kedua desa ini. Salah satu keturunan Puyang
desa Surabaya (Puyang Rakian Sakti) generasi ke-13 yaitu Puyang Mata'un
menikah dengan puyang Puteri Remalun dari desa Lubuk Rukam.Puyang
puteri Remalun ini adalah keturunan Puyang Raden Mas. Puyang Putri
Remalun terkenal sakti dan memiliki pedang pusaka yang ampuh,Pedang
Pusaka ini sampai sekarang masih dijaga oleh keturunannya di desa
Surabaya. Puyang Puteri Remalun di desa Lubuk Rukam dikenal dengan nama
"Puyang Kembang Ayah Iting" (ayah=air)/lebih dikenal lagi dengan nama
"Puyang Bulohan Ayah Iting". Dahulu kala Bulohan Ayah Iting (anak
sungai iting) adalah merupakan jalan utama yang menghubungkan Ogan
dengan Komering. Puyang-Puyang Ogan dan Komering setiap kali ke Ogan
atau ke Komering melewati jalan ini, dan atas kuasa Tuhan jalan itu
beberapa ratus tahun kemudian menjadi anak sungai (Ogan=Bulohan).
Pada pertengan tahun 2012 saya pribadi sudah menapak tilas jalan itu
dan tembus ke desa Surabaya,1 hari perjalanan kaki dimulai dari muara
Anak Sungai Iting desa Lubuk Rukam.
Desa Surabaya dan Desa Lubuk
Rukam banyak sekali memiliki kesamaan budaya dan sejarah,Penggalian
sejarah kedua desa ini secara bertahap terus dilakukan,kedepan masih
akan banyak sekali yang ditemukan. Semoga hubungan baik kedua desa ini
yang sudah dirintis dengan baik oleh leluhur-leluhur kedua desa tetap
terjaga dan terikat dengan kuat.
Prekwensi sosok Puyang Rakian
Sakti desa Surabaya kuat ke sosoj Puyang Riye Belange Desa Lubuk
Rukam,namun semua itu masih dalam tahap penelitian dan pengkajian
sejarah. Masyarakat desa Surabaya meyakini bahwa Sosok Riye Belange
adalah Sosok Rakian Sakti, di desa Surabaya sendiri tidak terdapat makam
Rakian Sakti. Benar atau tidaknya dugaan ini masih terus dilakukan
penelitian oleh pihak-pihak yang ahli sejarah. Semoga Tuhan menunjukkan
kebenaran dan membuka tabir yang menutupi desa Lunuk Rukam dan desa
Surabaya. Aamiin...!
Oleh: Romdhon An-Nizar Hasyim | 2013
Rabu, 13 November 2013
Sejarah Ringkas Dusun Lubuk Rukam II ( Lampung )
Pada tahun 1951 pindahlah sebagian kecil rakyat Kampung Lubuk Rukam
Marga Proatin IV Suku I Ogan Komering Ulu -Sumatera Selatan ke Kampung
Tulung Buyut Kecamatan Negeri Sungkai Lampung Utara untuk bertani
,membuka hutan untuk pertanian serta mendirikan Talang,Talang inilah
dinamakan Talang Lubuk Rukam yang diketuai oleh Sapuan ditunjuk oleh
rakyat sebagai Kepala Talang dan bertakluk kepada Kelurahan ( Kepala
Kampung ) Tulung Buyut.
Pada tahun 1955 Sapuan berhenti sebagi
Kepala Kampung dan digantikan oleh Jakfar,Dan pada tahun 1957 Jakfar
berhenti .Lalu Lurah Kampung Tulung Buyut mengangkat Busron sebagai
Kepala Suku untuk Talang Lubuk Rukam,Way Suai,Way Buloh,dan Tegajul
(Empat Talang).
Pada tahun 1963 Busron berhenti lau Kepala Suku
digantikan oleh Ibni Sihab.Pada tahun 1970 Talang Lubuk Rukam
ditingkatkan kedudukannya menjadi Kampung Susukan memisahkan diri dari
Kampung Tulung Buyut,Dan dinamakan Kampung Lubuk Rukam II.
Pamong-Pamong Kampung Lubuk Rukam II (1970) :
No
Nama
Jabatan
1
Ibni Sihab
Kepala Kampung
2
Sarwi
Kepala Suku I (Lubuk Rukam dan Way Suai)
3
Kirom
Kepala Suku II (Tegajul dan Way Buloh)
4
H.Arsyad
Khotib
5
Abdullah
P3NTR
Pada tahun 1974 Ibni Sihab berhenti dari jabatannya dan digantikanoleh
Burhan sebagai Kepala Kampung Lubuk Rukam II Kecamatan Negara Ratu
Lampung Utara.
Pamong-Pamong Desa Lubuk Rukam II (1974) :
No
Nama
Jabatan
1
Burhan
Kepala Kampung
2
Abadi
Kepala Suku Lubuk Rukam
3
Marzuki
Kepala Suku Way Suai / Tang Jawa
4
Usman
Kepala Suku Way Buloh
5
Kirom
Kepala Suku Tegajul
6
Ihsan Densi
Khotib
7
H.Jauhari
P3NTR
Pada Tahun 1962 masyarakat Kampung Lubuk Rukam serta Talang – Talang
sekitarnya,yaitu : Lubuk Rukam,Way Suai,Way Buloh,Mincang,Tanjung
Miring,Gedung Makripat,dan Tanjung Karang telah membangun sebuah Rumah
Sekolah dengan biaya swadaya rakyat dan diberi nama Sekolah Dasar
Pembangunan (SD Pembangunan) yang dipimpin oleh M.Rasyad sebagai Ketua
Panitia pembangunan dan merangkap sebagi Ketua P.O.M.G (Persatuan Orang
tua Murid dan Guru).
Dan pada tanggal 1 Januari 1968 SD
Pembanunan tersebut diambil alih dan diresmikan menjadi Sekolah Dasar
Negeri oleh Pemerintah Darah Tingkat II Lampung Utara dengan Surat
Keputusan Tanggal 1 - 4 – 1968 N0.40 /B/II.
Sejarah Ringkas Talang Way Suai :
Pada Tahun 1952 berangkatlah (11 Kepala Keluarga) dari Kampung Lubuk
Rukam Marga Proatin IV Suku I Ogan Komering Ulu – Sumatera Selatan
menuju ke Kampung Tulung Buyut Kecamatan Sungkai Utara Lampung
Utara.Untuk membuka hutan keperluan berkebun kopi,lada,dan karet.Sampai
di Tulun Buyut dengan perantara Kepala KAmpung Lubuk Rukam didapatkanlah
izin dari Kepala Kampung Tulung Buyut, Untuk mebuka hutan di Pematang
kali Way Suai ini dibawah pengawasan Kepala Talang Lubuk Rukam.
Adapun rombongan yang pindah tersebut adalah :
Jamar
Asmuni
Zainal
M.Soleh
Buyani
Baroya
Busnawi
Baroini
M.Naromi
M.Rasyad
Ibni Sihab
Pada tahun1953 datang lagi :
M.Supa
H.Hazali
M.Umar
Abdu Sakir
Demikianlah iktisar ringkas berdirinya Talang Way Suai Lubuk Rukam II Kecamatan Negara Ratu Kabupaten Lampung Utara.
(Disalin Dari Catatan Riwayat Hidup M.Rasyad Bin A.Roni Bin H.A.Rahman)
Minggu, 01 September 2013
Kamis, 20 Juni 2013
Sabtu, 01 Juni 2013
MENGAPA LUBUK RUKAM
Pada
suatu hari ada seorang sahabat saya bertanya kpda saya, "Mengapa dahulu
kala desa Lubuk Rukam disebut sebagai Desa/Dusun Pangeran/dusun Pesirah
? "
Sungguh pertanyaan yg sangat baik sekali,tanpa saya sadari
bhwa sahabat saya ini tertarik dgb sejarah Desa Lubuk Rukam. Menjawab
pertanyaan sahabat saya tadi, berikut saya uraikan secara singkat
mengenai Desa Lubuk Rukam sbgai Desa Pesirah/Desa Pangeran.
LUBUK RUKAM
Lubuk Rukam dari awal bedirinya sampai bbrpa generasi pernah mngalami
puncak kejayaannya. Pada masa itu Lubuk Rukam merupakan Leader dri bbrpa
desa yg tergabung dalam Marga Proatin IV Suku I. Pada masa penjajah
Belanda berkuasa dinegeri ini, Lubuk Rukam merupakan Ibu Marga, Marga
inilah sistem kepemerintahan yg dibangun oleh Belanda. Marga sendri
berarti Kumpulan / Himpunan dari bbrpa Desa. Marga dipimpin oleh seorang
yg berpgkat Depati / Pesirah dan mempunyai seorang wakil yang
berpangkat Pembarab. Sistem Kepemerintahan Marga ini berjalan beberpa
generasi. Pada masa itu Lubuk Rukam merupakan basis Pejuang dalam
perjuangan kemerdekaan RI. Maka dari itu Belanda berupaya melakukan
pendekatan persuasif dgn desa Lubuk Rukam yg pada intinya adalah utk
memonitor gerakan pemuda yg mlakukan perjuangan. Desa Lubuk Rukam pada
wktu itu adalah merupakan desa yg sangat ditakuti dan disegani oleh
penjajah Belanda. Namun disisi lain Desa Lubuk Rukam dan desa2 lain yg
tergabung didalam Marga tetap melakukan pergerakan perjuangan melawan
Belanda.
Dalam catatan sejarah Marga Proatin IV Suku I Desa
Lubuk Rukam merupakan Pemimpin Marga, Sudah barang tentu Depati/Pesirah
yang memimpin Marga berasal dari desa Lubuk Rukam, Dari generasi ke
generasi sepanjang perjalanan Marga Proatin IV Suku I Lubuk Rukam
mendominasi melahirkan Depati, krna dalam catatan sejarah ada juga
Depati ini berasal dri Desa Durian dan Desa Bindu. Kantor Marga Proatin
IV Suku I ini terletak di desa Lubuk Rukam, Dari sinilah maka pada zaman
itu tidak terlalu berlebihan jika ada anggapan dan istilah bahwa " Desa
Lubuk Rukam adalah Desa Depati/Pesirah ". Lalu pertanyaan selanjutnya
adalah Bagaimana dgn istilah Dusun Pangeran ? Apakah Pangeran disini ada
kaitan dgn kerajaan..? Jawabnya tentu tidak ada, Pangeran disini
hanyalah sebuah gelar yg diberikan kepada Depati/Pesirah yg menjabat
pada waktu itu, Gelar Pangeran hanya untuk mempertegas kedudukan /
menggambarkan kedudukan yg tinggi di dalam masyarakat, Pangeran disini
bukan berarti anak seorang Raja. Pangeran ini hanya sebagai gelar
kehormatan bagi seorang Depati/pesirah, Sebut saja salah satu contoh
adalah seorang Depati yg ckup terkenal dimasa itu adalah Pangeran Oerip,
Beliau adalah serang Depati dan sekaligus merupakan pejuang kemerdekaan
RI.
Dalam catatan sejarah Marga Proatin IV Suku I ada 14 orang
Depati yang tercatat, dari beberapa Depati ini ada beberapa nama yg
sampai ini cukup terkenal dan tersohor, sebut saja Depati Ali
Usman,Depati Oerip,Depati Bustan,dan Depati Moesthafa. Ke-5 Depati ini
dari zamannya hingga saat ini sangat terkenal dan tersohor. Ke-5 Depati
ini berjaya dimasanya, Selain sbgai seorang Pemimpin mereka adalah
pejuang kemerdekaan melawan Penjajah Belanda dan Jepang. Bnyak kisah2
heroik tentang mreka yg slu diceritakan oleh leluhur dan sesepuh desa.
Walau mreka tidak tercatat dalam daftar Pahlawan Nasional, Namun nama
besar mreka dan juga Depati - Depati yang lainnya tercatat dgn tinta
emas dalam sejarah perjuangan di desa Lubuk Rukam. Nama mreka akan
selalu dikenang dan diceritakan dari generasi ke generasi. Mreka adalah
Pemimpin2 yg disegani dan ditakuti oleh Belanda dan Jepang pada wktu
itu. Namun dibalik nama besarnya, semasa hidupnya mreka tetaplah manusia
biasa, besikap bersahaja dan selalu menutupi jati diri mereka.
Demikianlah sejarah singkat mengenai Pemimpin2 Marga Proatin IV Suku I,
yang mana uraian ini adalah menjawab dari pertanyaan sahabat saya yg
tersebut diawal tulisan ini. Demikianlah dan kalau ada kekeliruan dlam
penulisan ini mhon kiranya koreksi dari para pembaca.
Penulis : Romdhon Anizar Hasyim
Minggu, 31 Maret 2013
SUMUR BERTASBIH DI DUSUN LUBUK RUKAM
Kejadian Sumur Bertasbih dÎ desa Lubuk Rùkam yg
belakangan ini cukup menggemparkan dan mnjdikan
desa lubuk rukam terkenal, Bnyak pendapat dan
opini mngenai suara didalam sumur trsbut. Baik
sudut pandang rasional dan irasional. Namun smua
ada baik dan ada benarnya. Kali ini penulis mau
mnyampaikan opini berdasarkan sejarah desa lubuk
rukam.
Sejarah berdirinya dan tokoh2 pendiri desa lubuk
rukam telah dibahas pada tulisan2 yg lalu. Didalam
sejarah tokoh pendiri desa ada dua tokoh yg
merupakan Ulama besar dan mereka adalah Sayyid,
Mereka adalah : 1. Raden Mas / Ki Ageng Mataram
V / Maulana Mahmud Jumadhil Qubro Bin Maulana
Abdurahman Jumadhil Qubro, 2. Kedun / Syeihk
Khadi Bin Sunan Qudus. Selain Pamong desa lubuk
rukam pada wktu itu,mereka brdua juga tetap
mlksanakn tugas / misi mreka yaitu berdakwa dan
mngajarkan Islam. Pda wktu itu mreka telah
mndirikan Surau sbagai sarana untuk berdakwa,
Surau tersbut bernama Surau Jumadhil Qubro,
disamping Surau terbut juga dibuat Sumur untuk
mreka dan santri2nya berwudhu, Sumur itupun
dinamakan Sumur Jumadhil Qubro. Bnyak org
berdatangan dri smua penjuru utk belajar Islam di
Surau trsbut,
Dari generasi ke generasi keturunan raden Mas
mngajarkn Islam dan bnyak melahirkan Ulama2
baru. Seiring berjalannya wktu dri generasi
kegenerasi ratusan tahun yg lalu Surau dan Sumur
trsbut hnya tinggal namanya saja. Faktor alam
mnjdi penyebab hilangnya Surau tersebut.
Belakangan muncul fenomena alam ghaib yg cukup
menggemparkan desa Lubuk Rukam dan skitarnya.
Dari dalam sumur warga terdengar suara orang yg
sedang zikir berjamaah. Bnyak pendapat dan opini
bermunculan yg sifatnya baik.
Pembaca yg budiman,
Banyak cara Allah menunjukan kebesaran dan
kuasaNya, Suara didalam sumur itu adalah salah
satu kuasaNya. Allah ingin mnunjukkan bhwa
dilokasi itu dulunya adalah tmpat yg sgat sakral dan
sgat dijaga, krna merupakn tmpat berdakwanya
Waliallah. Allah SWT ingin mperingatkan kpda
masyarakat lubuk rukam dan skitarnya bhwa di Desa
Lubuk Rukam ada terkubur jasad seorang Wali
kekasih Allah, Yang selama ini tidak diketahui oleh
orang bnyak. Bhkan warga Lubuk Rukam sendripun
bnyak yg tidak tau dgn sosok tersbut. Seorang tokoh
besar yg sgat penting dalam penyebaran Islam
ditanah ini. Siapakah dia..? Dia adalah Maulana
Mahmud Jumadhil Qubro Bin Maulana Abdurahman
Jumadhil Qubro Bin Maulana Abdullah Jumadhil
Qubro Bin Maulana Ahmad Jumadhil Qubro Bin
Maulana Muhammad Jumadhil Qubro Bin Husein
Jalaluddin Jumadhil Qubro, Di Mataram pda waktu
itu beliau bernama Ki Ageng Mataram V. Di Lubuk
Rukam sendiri beliau dikenal bernama Puyang Raden
Mas. Selain sbgai Ulama beliau merupakan Tokoh
sentral dalam berdirinya Desa Lubuk Rukam.
Makam beliau terletak di Dusun Ulu / Telok Senulu
sebelah Selatan desa Lubuk Rukam sekarang. Kurang
lebih 200 M dri lokasi sumur bertasbih. Makam beliau
sgat sederhana dan mnyendiri didalam
hutan,mnunjukkan betapa tawadhu'nya semasa
hidup beliau.
Kepada para pembaca tulisan ini, Penulis mengajak
utk lbih kpada sesuatu yg Positif dan jauh lbih
bermkna, yaitu berkunjung / ziarah ke makam sang
Waliallah tsbut, ketimbang berebut antri hnya demi
melihat dan mngambil air sumur yg kegunaannya
masih samar2. Kita jgn terpaku kpda sesuatu yg
mistis dan samar2. Kita ambil iktibar dan mkna dri
suara2 ghaib itu. Ada satu pesan / peringatan yg
disampaikn Allah.
Demikianlah dan smga tulisan ini bermanfaat dan
ada baiknua utk kita semua. Mohon maaf kalau ada
kesalahan. Wassalam..
Penulis : Romdhn Anizar Hasyim.
Minggu, 24 Februari 2013
Lubuk rukam the amazing place
Lubuk rukam adalah...
Bumi yang damai, dan indah yang akan selalu jadi kenangan, kpada warga lubuk rukam, walau d mana saja mereka berada. Seperti aku yg jauh merantau sesekali balek kedusun huhhhhh memang rasa tenang dan damai, mengingat memori masa kecil.. cagum caguman d ugan nginak jeme masang empang, nginak umeh,bibik nangkul di ugan, perau wak mamang ading kakak kulu kilir menyusuri ugan yang banyak memberikan rezki dan menjadi nadi bagi masayarakat sepanjang aliran sungai ugan..
Pagi pagi kebanyakan masyarakatnye tdak terkecuali aku pergi kume(ladang) begitulah rutin masyarakat..
Sungguh sesuatu yang sangat indah untuk d kenang, seiring kemajuan jaman tidak ketinggalan dusun lubuk rukam .pembangunan dan penurapan jalan utama menjadi dambaan masyarakat, kini wak wakpun la gaul gale be HP gale, BALAM(KARET) merupakan penghasilan utame d dusun, sape banyak tanah, memang bertuah. Pacak mbuat kebun balam.. sudah menjadi keharusan ade kebun balam walau die PNS,ABRI,PELISI, sekalipun berlomba lomba mbuat kebun balam...kebun ku mane aaaaa
Xixixxi aku anak jeme buntu, tek tanah nak mbuat kebun balam..jdi merantau tula keputusannye. Tpi jauh d sudut hatiku aku nak nunggu dusun... sabarrr mungkin blm waktunye...insyaallah suatu saat
I love BHUKAM













































